Saat mengurus sertifikasi halal, selain badan tingkat nasional seperti BPJPH Indonesia dan JAKIM Malaysia, perusahaan Tiongkok juga sering menjumpai dua nama: IFANCA dan HFC. Keduanya bukan badan penerbit wajib dari suatu negara, melainkan lembaga sertifikasi halal yang berpijak pada pengakuan pasar dan pembeli. Maka muncul pertanyaan: apa beda keduanya? Produk saya sebaiknya memilih yang mana? Artikel ini membandingkan keduanya secara berdampingan — menjelaskan positioning masing-masing, skenario penggunaannya, serta cara memilih berdasarkan pasar tujuan.
Mulai dari persamaannya. IFANCA dan HFC sama-sama lembaga sertifikasi halal pihak ketiga (bukan instansi pengawas negara), sama-sama mengaudit bahan baku, proses produksi, kebersihan peralatan, dan pencegahan kontaminasi silang berdasarkan syariat Islam; memperoleh salah satunya dapat menjadi bukti kepatuhan halal produk. Keduanya juga telah menjalin saling pengakuan atau kerja sama dengan lembaga halal negara/wilayah lain untuk memperluas keberlakuan sertifikat. Bagi perusahaan, keduanya merupakan jalur pilihan untuk memasuki pasar halal dan membuktikan kepatuhan kepada pembeli.
Perbedaan kuncinya ada pada positioning dan skenario penggunaan. Bila dijabarkan, perbedaan keduanya terutama terletak pada latar belakang kantor pusat, penekanan pengenalan, dan kesesuaian proses pengurusan.
| Aspek | IFANCA | HFC |
|---|---|---|
| Nama lengkap/latar | Islamic Food and Nutrition Council of America, berpusat di Chicago, Amerika Serikat; berdiri sejak lama dengan pengenalan internasional yang tinggi. | Halal Foundation Center, platform sertifikasi halal internasional yang berbasis di Tiongkok dan dibangun untuk mendukung ekspor perusahaan Tiongkok. |
| Penekanan pengakuan | Dikenal luas di Amerika dan pasar internasional; banyak pembeli Eropa-Amerika mengenal labelnya. | Telah menjalin saling pengakuan dengan berbagai lembaga seperti International Halal Integrity Alliance, CICOT Thailand, Korea, dan Pakistan; mencakup pasar halal Timur Tengah, Asia Tenggara, dan lainnya. |
| Skenario penggunaan | Produk yang fokus ke pasar Amerika/internasional, atau ketika pembeli secara khusus meminta label IFANCA. | Ditujukan untuk pasar halal di kawasan Belt and Road serta Timur Tengah dan Asia Tenggara, dengan mengutamakan kesesuaian dengan proses perusahaan Tiongkok dan layanan yang berdekatan. |
| Kesesuaian pengurusan | Perlu menyesuaikan dengan standar lembaga Amerika. | Berbasis di Tiongkok; audit dan komunikasinya lebih sesuai dengan perusahaan Tiongkok, dengan jangka waktu dan koordinasi yang relatif lancar. |
| Sifat kewajiban | Tidak wajib; sertifikasi sukarela yang digerakkan kebutuhan pasar/pembeli. | Tidak wajib; sertifikasi sukarela yang digerakkan kebutuhan pasar/pembeli. |
Lalu saya harus mengurus yang mana? Logika penilaiannya tetap kembali ke pasar tujuan dan permintaan pembeli: fokus ke Amerika, atau pembeli jelas meminta label IFANCA — urus IFANCA; fokus ke Timur Tengah, Asia Tenggara, dan kawasan Belt and Road, serta mengutamakan kesesuaian dengan proses Tiongkok dan koordinasi yang berdekatan — HFC adalah pilihan yang praktis; belum yakin pihak hilir mengakui yang mana — tanyakan dulu permintaan pembeli, lalu tentukan dari situ, bukan mengurus dulu baru mendapati pelanggan tidak mengakuinya. Perlu diingat, dalam sertifikasi halal memang tidak pernah ada satu sertifikat yang berlaku di seluruh dunia; mana yang diakui ditentukan oleh pasar tujuan dan pembeli.
Ada satu hal yang sering terlewat: jika pasar utama Anda adalah Indonesia, ambang mutlak yang sebenarnya adalah BPJPH (wajib secara hukum), dan IFANCA atau HFC tidak dapat menggantikan BPJPH. Dalam kasus ini, sebaiknya utamakan perencanaan BPJPH beserta izin BPOM yang menyertainya; IFANCA/HFC lebih merupakan pilihan pelengkap untuk pasar halal lainnya.
SINOQUAL dapat menangani keduanya. SINOQUAL terhubung dengan lembaga halal utama seperti IFANCA dan HFC, dan dapat mengurusnya secara berdekatan di Tiongkok bagi perusahaan pengekspor; sekaligus, untuk halal, SINOQUAL telah mendapat otorisasi resmi dari PT Sucofindo — Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Utama yang diakui BPJPH — sehingga dapat menangani BPJPH, JAKIM, dan lainnya. Baik Anda menuju Amerika, Timur Tengah, Asia Tenggara, maupun Indonesia, semuanya dapat direncanakan secara terpadu menurut pasar tujuan dan audit dikoordinasikan, sehingga terhindar dari salah memilih lembaga dan harus mengulang.
Jika Anda sedang bimbang produk sebaiknya mengurus IFANCA, HFC, atau sertifikasi halal lainnya, sampaikan produk dan pasar tujuan Anda kepada konsultan sertifikasi kami. Kami akan memberikan rekomendasi lembaga dan jalur pengurusan yang jelas sesuai kondisi nyata Anda.
FAQ
- IFANCA dan HFC mana yang lebih berwibawa?
- Keduanya adalah lembaga sertifikasi halal pihak ketiga yang diakui pasar; tidak ada yang mutlak lebih unggul — yang penting pasar tujuan dan pembeli mengakui yang mana. IFANCA berpusat di Amerika dengan pengenalan internasional yang tinggi; HFC berbasis di Tiongkok, memiliki saling pengakuan dengan lembaga halal berbagai negara, dan sesuai untuk ekspor perusahaan Tiongkok. Memilih menurut pasar yang Anda tuju adalah yang paling praktis.
- Sudah punya IFANCA atau HFC, apakah masih perlu mengurus BPJPH?
- Jika produk hendak masuk Indonesia, perlu. Halal di Indonesia wajib secara hukum, harus memiliki sertifikasi BPJPH, dan IFANCA atau HFC tidak dapat menggantikannya. Keduanya lebih merupakan pilihan untuk pasar halal lain seperti Amerika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
- Apakah perusahaan Tiongkok mudah mengurus kedua lembaga ini?
- Keduanya bisa diurus secara berdekatan di Tiongkok. HFC memang berbasis di Tiongkok dan prosesnya sesuai dengan perusahaan Tiongkok; IFANCA pun bisa diurus melalui saluran keterhubungannya di Tiongkok. SINOQUAL terhubung dengan keduanya dan dapat mengatur audit secara terpadu.
- Saya tidak yakin harus mengurus sertifikasi halal yang mana, bagaimana?
- Pastikan dulu label mana yang diminta oleh pasar tujuan dan pembeli hilir, lalu tentukan dari situ. Anda dapat menyampaikan produk dan pasar tujuan kepada konsultan sertifikasi, dan kami akan memberikan rekomendasi dengan mempertimbangkan tingkat pengakuan tiap lembaga dan pasar Anda, agar terhindar dari salah pilih lembaga dan pengurusan ulang.
