Pahami kebijakan dan pasar sebelum memutuskan
Kami memantau dan menjelaskan tren kebijakan serta industri yang membentuk pasar konsumen Halal dan sertifikasi ekspor. Pergerakan kebijakan bersifat mendesak, jadi ditampilkan lebih dulu; pantauan industri membantu membaca gambaran besar.
Pantauan industri
5Apa Beda Halal dan Vegan? Apakah Vegan Berarti Halal, dan Mana yang Perlu Diurus untuk Produk Anda
Banyak orang mengira "produk vegan tidak mengandung bahan hewani, jadi pasti halal" — ini kesalahpahaman yang umum. Vegan hanya mengurus ada tidaknya bahan asal hewan dalam produk, tidak mengurus alkohol maupun cara penyembelihan; sedangkan Halal memperbolehkan daging hewan yang disembelih secara patuh, tetapi melarang keras alkohol dan babi. Keduanya memeriksa hal yang berbeda, melayani kelompok konsumen yang berbeda, dan tidak bisa saling menggantikan. Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya, serta produk Anda sebaiknya mengurus yang mana dan apakah bisa diurus bersamaan.
Baca selengkapnya →IFANCA atau HFC? Cara Memilih Dua Sertifikasi Halal Ini dan Mana yang Perlu Diurus untuk Produk Anda
IFANCA (Islamic Food and Nutrition Council of America) dan HFC (Halal Foundation Center) sama-sama pilihan sertifikasi halal yang umum, dan keduanya bukan sistem wajib negara, melainkan sertifikasi yang digerakkan oleh pengakuan pasar. Perbedaannya: IFANCA berpusat di Amerika dengan pengenalan internasional yang tinggi; HFC berbasis di Tiongkok, menyesuaikan alur ekspor perusahaan Tiongkok, dan telah menjalin saling pengakuan dengan lembaga halal berbagai negara. Artikel ini menjelaskan perbedaan positioning keduanya, serta cara memilih untuk pasar tujuan yang berbeda.
Baca selengkapnya →BPJPH atau JAKIM? Perbedaan Sertifikat Indonesia dan Malaysia, serta Mana yang Perlu Diurus untuk Produk Anda
BPJPH Indonesia dan JAKIM Malaysia sama-sama badan penyelenggara sertifikasi halal tingkat nasional, sehingga sering dibandingkan. Namun keduanya cukup berbeda dalam hal kewajiban, cara audit, dan jalur pengakuan internasional: untuk masuk Indonesia, BPJPH bersifat wajib secara hukum — tanpa itu produk tidak bisa masuk rak; untuk masuk Malaysia atau menjangkau ASEAN lewat Malaysia, jalurnya melalui JAKIM dan daftar lembaga luar negeri yang diakuinya. Artikel ini menjelaskan persamaan dan perbedaan keduanya, serta cara memilih untuk pasar yang berbeda.
Baca selengkapnya →Bagaimana Perusahaan Tiongkok Memilih Perusahaan Jasa Sertifikasi Halal? Siapa yang Dicari, Cara Menilai, dan Jebakan yang Harus Dihindari
Banyak perusahaan Tiongkok, saat pertama kali mengurus sertifikasi halal, mencari "perusahaan sertifikasi halal dalam negeri" atau "ke mana mengurus sertifikat halal". Ada satu premis yang perlu diperjelas dahulu: Tiongkok tidak memiliki sistem halal yang diwajibkan negara, sehingga perusahaan mengurus sertifikat halal hampir selalu untuk ekspor — memasuki pasar halal seperti Indonesia, Malaysia, Timur Tengah, dan Eropa-Amerika. Jadi yang sebenarnya Anda cari adalah "perusahaan jasa sertifikasi halal untuk ekspor". Artikel ini menjelaskan cara memilih perusahaan seperti ini, dengan standar objektif apa menilainya, serta jebakan yang paling mudah membuat tersandung.
Baca selengkapnya →BPJPH, BPOM, dan SNI: Apa Bedanya dan Sertifikat Mana yang Perlu Anda Urus untuk Masuk Indonesia?
Saat masuk ke pasar Indonesia, perusahaan paling sering dibuat bingung oleh tiga singkatan: BPJPH, BPOM, dan SNI. Ketiganya bukan soal memilih salah satu, melainkan mengatur tiga hal yang berbeda — BPJPH untuk urusan halal, BPOM untuk izin edar pangan/obat/kosmetik, dan SNI untuk kesesuaian produk dengan Standar Nasional Indonesia. Mana yang perlu diurus tergantung kategori produk Anda. Artikel ini menjelaskan pembagian peran ketiganya sekaligus, serta sertifikat mana saja yang perlu diurus untuk tiap jenis produk.
Baca selengkapnya →